FAQ: Media Literacy

Apa itu media literacy?
Media literacy, yang diterjemahkan menjadi ‘melek media’, adalah kemampuan untuk memilah, mengakses, dan menganalisis isi media. Media literacy adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh siapa saja, sehubungan dengan banyaknya media massa yang ada di tengah-tengah kita.

Mengapa media literacy itu penting?
Fakta bicara, tidak semua isi media massa bermanfaat bagi khalayak. Banyak di antaranya yang tidak mendidik dan hanya mengedepankan kepentingan pemilik/pengelola media untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Media literacy bermaksud membekali khalayak dengan kemampuan untuk memilah dan menilai isi media massa secara kritis, sehingga khalayak diharapkan hanya memanfaatkan isi media sesuai dengan kepentingannya.

Yang disebut media massa sendiri itu apa?
Media yang digunakan secara massal untuk menyebarluaskan informasi kepada khalayak. Informasi itu bisa berupa hiburan, atau pendidikan. Media massa terdiri media cetak dan media elektronik. Yang termasuk media cetak adalah koran, majalah, tabloid, newsletter, dan lain-lain. Sedangkan media elektronik adalah televisi dan film (media audiovisual), juga radio (media audio).

Apa sih sesungguhnya fungsi media massa?
Setidaknya ada empat, yaitu menginformasikan (to inform), mendidik (to educate), membentuk opini atau pendapat (to persuade), dan menghibur (to entertain). Media literacy muncul didorong kenyataan bahwa fungsi media massa lebih dominan dalam hal menghibur, dan mengabaikan fungsi mendidik.

Apa itu HARI TANPA TIVI?
HARI TANPA TIVI adalah aksi bersama masyarakat mematikan televisi selama sehari, yaitu pada hari Minggu tanggal 22 Juli 2007. Sama dengan tahun sebelumnya, HARI TANPA TIVI kali ini juga dilakukan menjelang Hari Anak, sebagai wujud keprihatinan banyaknya acara televisi yang berbahaya bagi anak-anak. HARI TANPA TIVI 2007 dilakukan secara serempak di lima kota: Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, dan Makasar.

Mengapa harus ada HARI TANPA TIVI?
Ini bukanlah sebuah aksi yang bermaksud memusuhi televisi. Sama sekali tidak. Aksi Hari Tanpa Tivi justru didorong oleh keinginan untuk menyehatkan televisi Indonesia, yang saat ini didominasi oleh tayangan-tayangan yang tidak bermanfaat dan tidak mencerdaskan penontonnya.

Apa manfaat Hari Tanpa Tivi bagi publik?

  • Memberikan penyadaran pada publik bahwa menonton televisi adalah sebuah pilihan.
  • Membuka kemungkinan melakukan kegiatan lain yang produktif (jadi, jangan cuma di depan tivi, dong…)
  • Dengan melakukan aksi bersama, publik dapat meminta industri televisi agar memberikan yang terbaik bagi kepentingan pencerdasan publik.

Apa manfaat Hari Tanpa Tivi bagi televisi sendiri?

  • Aksi bersama mematikan televisi pada hari Minggu, 22 Juli 2007 memberikan pesan kuat kepada industri televisi mengenai keprihatinan masyarakat yang kian meningkat terhadap buruknya kualitas program televisi.
  • Aksi ini bermaksud memberi dukungan pada program televisi yang berkualitas dan bermanfaat, sekaligus mendorong stasiun televisi dan pihak lain yang terkait untuk menghilangkan program-program yang tidak mendidik sembari memperbaiki terus kualitas programnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s