Hari Tanpa TV – Sebuah Gerakan Menciptakan Masyarakat dan Industri Penyiaran yang Sehat

A. Pengantar: Mengapa harus ada Hari Tanpa TV?

Sekitar 60 juta anak Indonesia menonton TV selama berjam-jam hampir sepanjang hari. Anak-anak menonton apa saja karena kebanyakan keluarga tidak memberi batasan menonton yang jelas. Mulai dari acara gosip selebritis, berita kriminal yang berdarah-darah, sinetron remaja yang permisif dan penuh kekerasan, intriks, mistis, amoral, film dewasa yang diputar dari pagi hingga malam, penampilan grup musik berpakaian seksi dengan lirik orang dewasa yang tidak mendidik, sinetron berbungkus agama yang banyak menampilkan rekaan azab, hantu, iblis, siluman, dan seterusnya. Bahkan, acara anak pun dipenuhi oleh adegan yang tidak aman dan tidak pantas ditonton anak (Kompas, Juli 2006).

Bayangkan, kalau anak-anak kita adalah salah satu dari mereka yang tiap hari harus menelan acara TV yang tidak mendidik. Anak-anak bisa kehilangan kepolosan dan keceriaannya, tersempitkan persepsinya dalam dunia orang dewasa yang penuh intrik, mengimitasi budaya instan dan perilaku antisosial, dan lain-lain.

Kita semua prihatin dengan kondisi ini. Di satu sisi, kita membutuhkan televisi sebagai sarana informasi dan komunikasi, di sisi lain, kita melihat televisi berkembang menjadi industri penyiaran yang gagal menyediakan alternatif program yang mencerdaskan penontonnya. Sayangnya, keprihatinan itu baru sebatas wacana. Diperlukan aksi yang lebih konkret untuk mengubah wacana keprihatinan menjadi sesuatu yang benar-benar nyata, sehingga upaya menciptakan khalayak yang cerdas dan industri penyiaran yang sehat, dapat terwujud. Untuk itulah, sejumlah pemerhati dan aktivis media berencana menyelenggarakan kembali Aksi “Hari Tanpa TV,” yang secara serempak akan diselenggarakan di 5 kota: Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makasar.

Aksi “Hari Tanpa TV” di Bandung ditangani oleh kami—Bandung School of Communication Studies (Bascomms). Melalui Aksi “Hari Tanpa TV”, kami bermaksud mengajak khalayak untuk tidak menyalakan televisi selama sehari, pada hari Minggu 22 Juli 2007. Aksi ini memiliki dua tujuan bagi dua sasaran yang berbeda. Pertama, bagi masyarakat, aksi ini bertujuan untuk membentuk dan meningkatkan kesadaran kritis masyarakat terhadap tayangan televisi yang tidak mencerdaskan. Menimbulkan semacam awareness agar mengkritisi tayangan televisi, sekaligus memperlihatkan bahwa masyarakat punya pilihan untuk mematikan televisi, jika tidak diperoleh alternatif tayangan lain yang aman ditonton. Selain itu, aksi ini juga ingin mengingatkan masyarakat bahwa masih banyak terdapat pilihan lain yang jauh lebih bermanfaat untuk mengisi waktu daripada sekadar menonton TV. Kedua, bagi industri penyiaran, aksi ini bertujuan memperlihatkan bentuk keprihatinan masyarakat terhadap tayangan TV yang tidak aman dan tidak bersahabat bagi anak maupun keluarga. Lewat aksi bersama, yaitu mematikan televisi pada hari yang ditetapkan, kami ingin memperlihatkan bahwa anggota masyarakat dapat bersatu dalam menyikapi perilaku industri televisi yang tidak berpihak bagi kepentingan publik. Aksi “Hari Tanpa TV”, karenanya, merupakan strong message bagi industri penyiaran agar memperbaiki kualitas tayangannya, dan memperhatikan kepentingan khalayaknya.

Melalui gerakan ini, kami sama sekali tidak bermaksud mengajak masyarakat untuk memusuhi televisi. Mengkritisi televisi tidak lain merupakan sebuah upaya yang bisa kita lakukan bersama-sama untuk menjadikan dunia penyiaran sebagai industri yang sehat dan beretika, serta didukung oleh khalayak yang cerdas. Tepatnya, aksi ini merupakan rangkaian dari upaya penguatan bagi televisi Indonesia sendiri, beserta khalayaknya. Keberhasilan gerakan ini jelas tercermin dari dukungan yang Anda berikan. Karena itu, kami mengajak Anda untuk turut berpartisipasi dan memberi kontribusi bagi rangkaian kegiatan yang akan kami selenggarakan.

B. Rangkaian Aksi “Hari Tanpa TV”

1. Mini Seminar “Sehari Tanpa TV”
Seminar diselenggarakan pada hari Sabtu, 21 Juli 2007 pk. 9-12 WIB. Dalam seminar ini, kami hendak mendiseminasikan prinsip-prinsip media literacy sambil menginformasikan alternatif kegiatan yang bisa dilakukan ketika tidak menonton TV. Mini seminar ini gratis, diperuntukkan bagi orangtua yang berminat, sekitar 100-an. Pembicara terdiri dari media expert, psikolog, dan teman-teman dari sanggar bermain alternatif. Dalam mini seminar ini juga akan disosialisasikan rencana aksi Hari Tanpa TV, yang sekaligus dijadikan momen jumpa pers untuk teman-teman wartawan lokal dari media cetak maupun media elektronik.
2. Workshop Remaja: “Bedah Iklan Secara Kritis”.Sasarannya adalah siswa SMP dan SMA, yang akan diselenggarakan pada hari Kamis, 19 Juli 2007. Workshop dibagi menjadi dua sesi, Sesi I: pukul 09.00-12.00 WIB untuk mahasiswa, dan Sesi II: pukul 14.00-17.00 WIB untuk pelajar (SMP/SMA).

3. Sosialisasi “Hari Tanpa TV” ke sekolah wilayah Bandung berupa penyebaran kit “Hari Tanpa TV” (terdiri dari campaign material dan lembar dukungan), mulai Senin 16 Juli s.d. Kamis, 19 Juli 2007.

4. Aksi Damai “Hari Tanpa TV” pada Sabtu, 21 Juli 2007, pk. 10-14 WIB. Dalam kegiatan ini kami akan memasang spanduk, menyebarkan flyer dan brosur di sejumlah titik penting di Bandung. Tujuannya membangkitkan awareness gerakan “Hari Tanpa TV”. Dalam acara ini, kami dibantu oleh para relawan dosen dan mahasiswa Fikom Unisba, Stikom, Unpas, dan simpatisan lain.
5. Aksi “Hari Tanpa TV”, 22 Juli 2007. Diselenggarakan serempak di 5 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, dan Makasar.
6. Monitoring “Hari Tanpa TV”, mulai Senin, 24 Juli 2007 s.d. Sabtu. Untuk menilai efektivitas aksi ini, sekaligus menjaring bagi masukan aksi berikutnya, maka akan dilakukan evaluasi melalui penyebaran dan pengumpulan kuesioner kepada masyarakat maupun sekolah-sekolah baik secara langsung maupun lewat posting di milis-milis. Hasilnya akan dilaporkan lewat media maupun milis-milis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s